Skip to content

Cerita Bisnis

99 cerita lika-liku bisnis riil yang inspiratif

Akhirnya saya ketularan demam Go jek. Saya memang ndeso, ada mobil tak bisa nyetir, ada motor tak berani bermotor ria di lalu lintas Jakarta. Jadi tingkat ketergantugan terhadap moda transportasi umum Jakarta sangat tinggi.

Teman sekantor saya sudah lama meminta saya untuk mendownload appikasi Go Jek ini, tapi karena saya punya bapak bapak tua yang sering dimintai ngojekin saya dari kantor, kemana saja, kalau lagi perlu cepat dimana naik taksi bukan menjadi solusi maka saya baru kemarin mendownload aplikasinya.

Dengan semangat empat lima teman saya bahkan mendownloadkan aplikasinya, menerangkan cara memesan, berasa seperti menjadi marketingnya Go Jek saja. 

Kata teman saya, lagi promo lho mba, bulan ini kemana saja di bawah radius 10 km hanya bayar 10 ribu. Dan sebagai yang mereferensikan Go Jek ke mba, saya dapat bonus kredit Rp.50.000,-

wow dalam hati hebat nih Go Jek sampai penggunanya secara sukarela mereferalkan pelayanan Go Jek aluh alih mendapat bonus kredit.

Saya tanya sudah punya berapa kredit go jeknya.. Ia menjawab Rp. 280.000,- wow lagi dalam hati saya membatin. Itu artinya denan program promo Rp.10.000 untuk perjalanan di bawah radius 10km karena lokasi apartemen tempat tinggalnya di Apartemen Kalibata, berarti ia punya jatah gratis 28 kali perjalanan atau kalau berangkat dan pulang dipakai jatah kreditnya, ia menghemat ongkos transport jika menggunakan ojek standar Rp. 35.000 x 14 hari tapi dengan catatan order di bawah jam 5 sore. Masih memungkinkan laah karena jam pulang kantor bulan puasa adalah jam 4 sore.

Pengalaman pertama naik go jek,  pak ojeknya menyapa ramah, memberikan masker dan penutup kepala. Dan sepanjang jalan saya pribadi menikmati kediaman kami, kecuali ketika ia menanyakan ke saya rute mana yang mau dipilih. Dan saya menyukai ini, karena waktu saya menulis kebanyakan adalah ketika di perjalanan baik menuju kantor, pulang kantor atau perjalanan ke lokasi debitur.

Karena kenyamanan ini, hari ini keduakali menggunakan jasa gojek dan so far masih menikmati jasa yang ditawarkan. 

Iseng sewaktu membayar, saya nyeletuk, ini henponnya sudah diset dari go jek nya mas?

Mas go jek nya memberi tahu kalau henpon itu standar go jek, dicicil selama 12 bulan, dan sebagai drivernya ia otomatis difasilitasi dengan jaket dan helm go jek.

Begitu saya buka henpon, ada rating driver yang menurut saya adalah salah satu sarana menjaga layanan dengan cara meminta evaluasi pengguna jasanya.

Keren ide nya. Meng-online kan layanan offline. Sekarang sedang trend untuk perusahaan start up menawarkan sesuatu yang berbeda, dibutuhkan, dan memudahkan.

Tak heran go jek membuat resah mas mas ojek yang mangkal di ujung jalan.

Tak perlu tawar menawar karena tarif sesuai jarak dan perjalanan kita terecord pada sistem mereka.

Sukses selalu dan tetap memberi pelayanan yang memuaskan.

Dan.. terima kasih telah mengantarkan saya ke stasiun Kalibata dengan hati hati.

Advertisements

Hidup di kota yang katanya katanya paling tidak aman di dunia dengan kemacetan yang parah harus dijalani oleh pengais rizki di Jakarta. walaupun begitu, banyak sekali potensi terbentang, tinggal mana yang kita ambil sebagai pilihan.

Beberapa bulan lalu, sedang asik ngobrol di mobil dengan teman sekantor di daerah Duren Tiga, karena perjalanan yang uhui macetnya, mobil melaju pelan. 

Saya ini salah satu penggemar warna merah, jadi kalau ketemu mobil bagus warna merah, dalam hati suka berdoa, suatu hari saya akan bisa punya mobil impian warna merah.

Nah saking asiknya ketawa ketiwi dan ngobrol dengan teman saya tadi baru ngeh ada mobil cantik Ferari warna merah. 

Langsung saya whatsap sahabat dekat saya yang bukan karena grup band nya ngefans sama artis ini melainkan karena bagaimana dia bisa dapetin itu Ferari merah menyala miliknya.

“A, aku ketemu mobil Ferari merah keren banget, kayaknya ituu Kevin deh”

“Oh yaaa????” Balasnya 

“Iya, soalnya pas banget yaa… Ferari merah, diliat dari rambut jabriknya sih aku yakin iya” jawab saya. 

“Bukan kaliii, coba liat rambutnya pirang nggak?” balasnya lagi. Karena katanya waktu ia ketemu Kevin saya sempat dibagi fotonya juga hehe rambut jabriknya yang paling berwarna menonjol. Hihi tapi hari ini rambut berwarna pirang besok jadi hijau lusa jadi ungu pun bisa yaa?? Walaupun yang paling menyita perhatian saya ya Ferari merah menyalanya itu.

Saya nyeletuklah sama teman saya, “tuh Kevin, keren banget ya bo mobilnya”

Setengah nggak percaya, teman saya dengan ragu jawab. “ah masa sih mba”

Karena berniat meyakinkan teman saya tadi, saya mintalah dikirimkan gambar Ferari merah menyala yang kebetulan pernah dikirim gambar ketika sahabat saya tadi ada bersama Kevin di salah satu acara trader gathering di satu hotel di Bandung. Nomor polisinya pun pas

“Kok mba tau sih” katanya dengan keheranan. 

“he eh tau ngga via. itu mobil hasil dia trading forex bukan dari ngartis” kata saya. 

“Serius mba? kok mba tau lagi” tananya heran lagi, karena dia tau saya bukan pengikut gosip artis saking jarangnya nonton infotainment. Saya nyengir aja.

Pasti ngga heran dengan kehidupan artis yang bisa gonta ganti mobil mewah apartemen mewah udah biasa. Tapi saya yang termasuk kagum dan heran dengan orang yang bisa berhasil di forex trading.

Nah saya salah satu pengagum artis satu ini karena kemampuannya di forex trading.

Pertama kali dengar kalau ada orang yang memutuskan total di bisnis ini terheran heran. Amaze, jago soalnya. Bisa menaklukan chart untuk hidupnya.

Karena cukup akrab dengan dunia per chart an ini, banyak ngobrol dengan teman teman tentang bisnis ini sedikit banyak jadi ngerti dunia yang nyemplung di forex trading.

Tadinya mana tau saya dengan istilah candle… news.. margin call.. withdrawal..  tapi ada di sebelah sahabat dan keluarga yang hidup dari sini jadi sedikit mengerti jungkir baliknya seorang trader.

Awalnya nggak ngerti dan nggak habis pikir. Ada orang yang fokus ngeliatin grafik, apaaa itu. Lama lama mengerti juga. Suka merhatiin tarikan napas berat kalau chart tidak sesuai perkiraan. Atau senyum cerah ceria kalau berhasil menaklukkan char di hari itu.

Konsep yang sederhana, dari hasil pengamatan sangat dangkal dari saya yang tidak tau banyak dalemannya menjadi seorang trader, saya berkesimpulan chart naik saatnya beli, chart turun saatnya jual.

Gampang yaa?? Hihihi nggak segampang itu kawaan, kata chart nya.

Enak aja, siapa kamu, sekuat apa kamu bisa menebak nebak aku mau naik atau mau turun ” kata si chart

Ow ow begitu rupanya. Karena penasaran, pernah saya bertanya ke sahabat saya. Diajak bersalaman karena berhasil menaklukan chart suatu hari.  Jadi tau istilah WD, withdrawal.. artinya mencairkan nilai uang yang didapat dari bertransaksi hari itu. Asik juga dunia forex, batin saya waktu diajak bersalaman. 

Tapi suatu hari pernah juga diajak ngopi ngopi dan jadi curhat curhat taulah saya kalau ia sedang galau,

“dikerjain chart nih hari ini” katanya. Nyengir juga  jadinya saya.

“Dikerjain gimana” tanya saya

“Dari parameter dan analisaku chartnya naik, eh meleng nggak liat kalau mau ada news jam 1 di Canada, menukik tajam chartnya” katanya. 

Jadi tahulah saya, dalam bisnis ini kondisi makro ekonomi global sangat berpengaruh terhadap naik turunnya chart. 

Bak berjalan di keruwetan lalu lintas Jakarta, saya menganalogikan chart dengan keruwetan jalan Lenteng Agung yang tiap hari dilewati pada saat jam jam 5.

Itu yang namanya motor melaron, melaju kencang, menyemut saya menganalogikannya dengan chart pada saat sesi Eropa dan sesi Amerika dibuka. Ngebut, kencang, lilin menukik naik lalu meroket turun, jam jam sibuk. 

Lalu hujan lebat..bresss kalau yang tidak mengikuti news, si pengendara akan mengambil sisi jalan sebelah kiri.. Padahal di sisi sebelah kiri genangan air banjir bisa bikin motor mati mesin. jadi yang mengambil jalur disebelah kiri terjebak macet karena genangan.. itu saya analogikan sebagai kondisi chart yang nggak mulus karena news. sebuah analogi bodoh ya.. hihi suka suka saya doong.. jadi ikut ikut mr chart deh… suka suka saya mau menganalogikan seperti apa. 

Atau kalau yang tidak akrab dengan jalanan di sini, harus lihat kanan kiri karena mendadak suka ada penyeberang jalan yang ngga sadar sadar juga artinya jembatan penyeberangan. Itu saya analogikan ketika menggunakan Analisa Relative Strange Index chart udah ada satu candle mengarah naik ujug ujug menurun. Namanya pasar, siapa yang bisa menebak berjuta juta transaksi dalam satu waktu apakah mengarah naik atau turun.

Saya sempat ketawa ngakak ketika sahabat saya rada rada  senewen dengan sinyal yang suka mendadak lemot kalau ada news. 

“Apakah ini ada konspirasi sama operator jadi kalau ada news kok sukanya sinyalnya ga kooperatif” hihihi banyak sekali komentar komentar lucu yang kadang jadi bahan becadaan. 

Saya pernah bertanya dengan minim wawasan saya di dunia per dorex tradingan ini, dan pastinya tulisan saya pun hanya berdasarkan pengetahuan dari berdiskusi semata. 

“Jadi semakin banyak uang kita ditradingkan, semakin banyak dong uang yang akan didapat maupun kemungkinan loss yang diterima” pernah saya bertanya ke teman saya tadi.

“Semakin banyak uang yang kita masukin, keuntungannya kita bisa mengambil lot yang besar jadi dengan positif makin besar maka nilai mata uang yang diperdagangkan akan positif dengan lebih besar sesuai pilihan lot kita, atau ketika kita salah analisa, dana yang ada bisa membantu ketahanan uang kita dengan harapan chart berbalik sesuai analisa sebelum kena margin call”  susah payah saya mencoba mengerti konsep di bisnis ini.

Saya bertanya lagi. “Bukannya gampang a, chart itu kalau aku perhatiin hanya ada dua, naik dan turun” hihi itu pasti pertanyaan bodoh buatnya.

“Kalau gampang banyak orang kaya dari trading atuuh, tar ga ada yang mau jualan beras.. yang mau jualan siomay yang jualan bubur ayam atau jualan baju, bete bayar sewa tempatnya mending trading aja yang kalau analisanya sesuai bisa dapat uang banyak” katanya.

Nanti si chart nya akan ngejek yang punya pemikiran bahwa chart yang ada di posisi bawah pasti akan berbalik ke atas. “iih kamu lupa deh.. berapa duit kamu sampai bisa mengaturku” hehehe 

Iya juga, suka ngiler saya kalau liat gaya hidup seperti salah satu teman di salah satu media sosial  yang berprofesi sebagai trader, liat dia jalan jalan di Singapura, lain waktu lagi kumpul kumpul dengan trader di Bali, buka laptop bisa dimana aja ya? asal ada sinyal mendukung. Sepertinya seru sekali. Nggak diliat itu pada saat dia habis habisan sbelum menemukan cara trading yang sesuai dan pas. No Holly Grail in this business. 

Yah itu sedikit tentang dunia online yang global.  24 jam bisa  dimana saja bertransaksi asal hari bursa … asal ada sinyal asal ada mata uang yang ditradingkan, dan asal ada saldo di akunnya. Senangnya bisa ngobrol dengan penghuni bisnis ini, jadi ikut ngerasain keseruan jungkir balik bisnis ini. 

Salam sadis, sabar dan disiplin. dunia tanpa batas. Dalam sesaat bisa tersenyum ceria, dalam sesaat bisa pusing kepala.Namun yang pasti bisnis ini membutuhkan kejelian analisa, kecermatan memilih mata uang dan timing masuk pasar yang tepat, dan kematangan emosi plus kemampuan menata emosi yang baik. Mau berbisnis di bidang ini??  Benar benarlah berbisnis, act and do this business like a businessman, or you will end up poor and to be a misserable gambler.

Happy trading dan salam Wede (withdrawal)





Saya salah satu diantara jutaan pengais rizki di  Jakarta. Berangkat pagi kembali gelap, leyeh leyeh sebentar lalu merem, melek mandi langsung berangkat lagi. Begituuu terus kesehariannya. Nyaman? ya nggak juga, demi kebutuhan. Kebetulan saja jalan yang saya pilih saat ini seperti itu. Keluarga dan teman teman yang ada di di luar Jakarta melihat, ada saja yang berkomentar

“Gila, apa nggak penat”

” Aku pikir bisnisku lagi sunset udah susah, eh ternyata kamu lebih susah” itu salah satu celetukan kakak saya yang tinggal di Purwokerto sana, sewaktu berkunjung ke rumah di bulan Desember, bulan yang sedang cukup ekstrim untuk analis kredit seperti saya, perempuan, sampai di rumah jam 22.30. Syok lah mereka. 

Tapi memang begitu realitanya. Kehidupan ibu kota, kalau jaman sekarang ibu tiri banyak yang baik hati, tapi hidup di sini membutuhkan fighting spirit tersediri ada seninya tersendiri.

Nah dengan kondisi yang dirasa sudah kurang ideal dan kurang manusiawi ini melahirkan banyak pejuang pejuang mimpi yang tangguh.

Banyak sekali karyawan yang sudah bosan menjadi pegawai mulai mencari cari celah mencari peluang usaha.

Ada beberapa rekan saya, berbisnis baju muslim, baju anak, bisnis MLM, banyak peluang yang mereka cari yang memungkinkan dilakukan sembari bekerja.

Yang ibu ibu, kursus ini kursus itu dengan harapan ketika mereka ada di rumah nanti bisa berbuat sesuatu membantu keuangan keluarga.

Salah satu rekan saya memutuskan untuk menjadi full mom dan memilih berbisnis MLM kosmetik yang sudah cukup ternama dan meninggalkan level managernya malah sekarang menjadi gold director dengan penghasilan antara Rp. 7 sd Rp. 10 juta. Not bad banget yaa, beliau masih bisa mengurus anak menemani ke sekolah, membantu kebutuhan belanja dapur suami, tanpa harus meninggalkan rumah setiap hari. 

Senang ya melihat mereka mendapatkan income bulanan yang hampir sama ketika bekerja, jalan jalan ke luar negeri sama seperti waktu masih bekerja di kantor kami, menginap di hotel berbintang hanya bedanya sewaktu masih bekerja di tempat saya bekerja itu karena harus mengunjungi proyek debitur, enak yaaa … menyenangkannyaaa… sepertinya mudah. Oh, tentu tidak. Seperti hal nya lucu lucuan yang pernah kita dengar di sosial media, kalau sukses itu mudah, hadiahnya cuma piring. Nyengir juga saya bacanya.

Inti dari itu adalah bahwa untuk meraih sesuatu diperlukan totalitas tinggi dan konsistensi dan upaya maksimal. Totalitas berdoa dan berkarya, konsistensi berdoa dan perbaikan diri dan upaya maksimal menjalani. Biarkan proses itu berjalan, dan kesuksesan menanti. Itu mimpi ideal semua pejuang mimpi. seperti saya? bukan cuma saya.. kita semua..

Kembali ke salah satu bisnis online yang kita bahas tadi.

Namanya juga MLM berarti tidak ada penjualan yang memenuhi target tertentu ya mana ada bonus. Kecuali itu MLM yang abal abal, belanja sekali, bonus berlipat kali. Kalau kita si pemilik bisnis MLM nya ini ya pasti rugi. Mana ada business man memilih rugi. Nanti meringis karena gigit jari.

Pasti akan dibutuhkan effort yang sepadan dengan yang dihasilkan. Membina jaringannya, merekrut anggota baru yang diharapkan mencapai target penjualan dan mengarahkan anggotanya untuk memiliki visi yang sama agar mencapai tangga kesuksesan tadi, merekrut membina dan menembangkan jaringannya. Dan itu sangat tidak mudah, tapi banyak yang berhasil melewatinya, dengan demikian bisnis ini nyata dan memungkinkan untuk dilakukan. Buktinya banyak ibu ibu yang menikmati jalan jalan ke luar negeri, membawa BMW yang kalau untuk ukuran pegawai biasa mana bisa bayar cicilannya. Akumulasi kenaikanpendapatan yang ngalah ngalahin kita kita yang bekerja kantoran.

Tantangan mencapai itu semua pastinya akan selalu ada. Resistensi yang bukan anggota dan sinisme rekan dan keluarga sangat mungkin untuk diterima. Tapi percayalah bisnis apapun yang dipilih kita, akan ada pasang dan surutnya, tinggal bagaimana menjalaninya, mau memilih berhenti karena ada bisnis lain yang dinilai lebih cocok dengan karakter pribadi, atau maju terus pantang mundur dan tetap keren ( seperti logo stasiun TV sebelum jaman reformasi saja hehehe)

Tetap semangat wahai  pejuang ekonomi keluarga!!!!! Apapun pekerjaan dan bisnis yang kita pilih;)

Seiring dengan perkembangan teknologi memudahkan orang orang untuk tidak perlu repot repot harus bepergian hanya untuk membeli sesuatu. 

Apalagi dengan kondisi jalan yang macet.

Dengan kemudahan akses yang memungkinkan orang orang untuk mencari informasi apapun untuk dijadikan bahan pertimbangan, informasi tanpa batas, eh ralat benar benar dibatasi oleh kebijakan dari si pencari informasi. 

Yang mau saya tulis disini adalah peluang peluang bisnis yang oleh beberapa orang berhasil dikelola dengan baik sebagai sumber pendapatan, baik itu sebagai pendapatan tambahan maupun pendapatan utama.

Siapa orang dewasa, apalagi yang dalam usia produktif yang tidak memegang gadget? Hampir semua ya?

Beberapa orang memanfaatkan celah ini ada yang dengan berdagang, ada yang berbisnis MLM, promo promo menarik, banyak sekali. 

 Banyak sekali ibu ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan terbuka untuk berbisnis tanpa mengesampingkan tugas mulianya sebagai ibu. Beli barang, jual lagi, ambil untungnya.. secara online. Seiring tumbuhnya bisnis online ini memunculkan peluang peluang bisnis ikutannya, seperti jasa kurir dan jasa pengiriman barang. 

Nanti satu per satu kita berbagi cerita yaa? Sumber inspirasi saya ambil dari rekan rekan, sahabat dan debitur saya

Minggu ini berkutat dengan bisnis sepeda. Belajar tentang keberanian untuk memulai sesuatu. Belajar dari pengalaman orang berani memutuskan untuk berhenti dari zona nyaman menjadi pegawai, bermodal kenekatan untuk memasuki bisnis yang ia sendiri tidak begitu memahami sebelumnya.

Tokonya tidak terlalu besar, plang nama toko sepeda dapat dibaca dari jalan Pasar Minggu Raya. Ruko tiga lantai berukuran standar, dimana lantai satu dipergunakan untuk display sepedanya, terpampang program-program promosi dengan beberapa bank, seperti cicilan dengan bunga ringan. Sepeda digantung rapi di langit-langit ruko, berikut bandrol harga yang terpasang untuk masing-masing barang dagangannya. Serta display sepeda khusus diskon dipajang di depan toko, sehingga menarik perhatian dari luar.

Lalu ketika menaiki tangga di lantai 2, stok sepeda tertumpuk cukup rapi. Menurut penjelasan si empunya toko, masing-masing sepeda, masing-masing model ia siapkan stok sebanyak 3 unit untuk mengantisipasi permintaan mendesak karena ia berjualan secara online juga.

Ketika ngobrol santai dengan si pemilik usaha, ownernya memang punya bakat untuk jualan, jualan apa saja. Dari mengobrol dengannya, tahulah saya, beliau seperti sekarang pasti karena keuletannya menjalani usaha.

Dari informasinya, bahkan ketika beliau menjadi pegawai, nggak main-main, ia berada di posisi cukup nyaman untuk bekerja maupun berkarir, ia berdagang buku online, pernah membuka jasa laundry, berdagang bakso, bubble tea.

Ketika bisnis laundrynya ramai, dan tak tertangani di rumahnya, sang istri merasa keberatan karena urusan rumah tangga jadi tercampurkan, akhirnya bisnis inipun dihentikan, padahal peluang masih ada. Hanya saja kurang sabar mengelola dan memisahkan urusan rumah tangga dan urusan bisnisnya.

Lalu bekerja sama dengan orang, menyewakan tempat berdagang bakso, giliran bisnis sudah berjalan, monitoring kesulitan, akhirnya yang ada, pemasukan lari kemanaa dan membuat pening kepala, akhirnya bisnis inipun, diistirahatkan.

Lalu berdagang bubble tea, karena sepi pembeli, akhirnya, ia pun mundur kembali.

Ketika mencoba berdagang buku online berdagang buku-buku unik yang susah dicari, ternyata tanpa dinyana, permintaan terus mengalir. Sampai saat inipun bisnis ini masih diteruskan. Gampang, karena tidak memerlukan effort yang luar biasa. Tinggal mendisplay buku di internet, sementara apabila ada permintaan diluar display, dengan mudah beliau mencari ke pemasok-pemasok buku uniknya. Waktu melihat koleksi bukunya, harga miring, dapat terlihat, buku-buku tua yang pasti memang susah dicari di toko buku standar seperti gramedia. Edisi lama, walaupun ada juga buku-buku, novel terbitan baru, dan yang pasti harganya miring mengundang beli, bagi penggila baca ya?

Keinginan untuk meraih kebebasan financial akhirnya diwujudkan. Pemilik toko ini keluar dari bekerja di salah satu bank pemerintah, walaupun dengan posisi yang terbilang cukup mapan, mulailah ia berdagang sepeda dan aksesorisnya. Dengan modal dua ratusan juta, akumulasi aset maupun stok yang ia kelola menjadi luar biasa menurut ukuran saya.

Beliau bisa menambah stok menjadi 3 kali lipat modalnya, keuntungan usaha sudah bisa untuk dibelikannya rumah tinggal yang dapat ia pergunakan untuk menjadi jaminan asset untuk mendapat tamabahan modal di bank karena ia bermaksud menambah gerai toko sepedanya, serta mampu membeli kendaraan untuk operasional usahanya.

Kalau dipikir-pikir, ia menekuni bidang yang sebenarnya tidak terlalu ia kuasai. Namun lama-lama secara perlahan akhirnya dapat ia pelajari. Bisnis yang ia pilih dalam posisi memungkinkan untuk bertumbuh. sepertinya ini menjadi key factor yang utama dalam perkembangan bisnis bapak dua anak ini.

Ia memilih bisnis sepeda disaat orang-orang menggemari olah raga ini. Ia menjual sepeda lipat, sepeda gunung, sepeda fixie yang lagi tenar-tenarnya. Para bikers tak segan-segan mengganti aksesoris sepeda mereka untuk eksis di perkumpulan sepeda. Siklus bisnis yang sedang dalam posisi growth masih memberikan peluang untuk usahanya berkembang.

Dan sepertinya posisi decline masih cukup lama untuk sektor usaha ini. Orang masih menganggap bahwa olah raga bersepeda fun dan sehat untuk dilakukan, ditambah dengan semangat serta kampanya pemerintah untuk go green dengan bersepeda.

Masuk di dunia bisnis yang masih potensial untuk berkembang akan membantu pengusaha untuk bertahan di posisi pasar, tinggal bagaimana kreativitas untuk memenangkan persaingan, karena pesaing akan melihat kue yang lezat di bisnis itu, dan pastinya mengundang pendatang-pendatang baru untuk masuk berusaha mengambil potongan kue lezat bisnis ini.

Pengalaman akan menambah kemampuan untuk bertahan, asal pewira usaha ini belajar dengan baik dari pengalaman sukses dan gagalnya, ataupun pengalaman stagnan di bidangnya.

Kalau ia tidak mampu untuk menyikapi perkembangan yang ada, tidak belajar atau mengambil hikmah dari pengalaman bisnisnya, siap-siap tergusur oleh pendatang-pendatang baru yang siap berburu menikmati kelezatan bisnis ini.

Bertemu dengan salah satu pedagang manggis dan markisa di pasar kramat jati jadi memberikan wawasan bagaimana apabila kita berbisnis buah-buahan. Ketika saya baca di koran, banyak buah lokal yang tergerus oleh buah buahan impor, salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati yang berdagang manggis dan markisa, tidak khawatir dengan serbuan buah impor.

“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.

Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.

“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak 1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini” papar si bapak.

Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:
1. Siapa supplier kita. Apakah sudah menjamin ketersediaan barang dagang kita. Jangan sampai pelanggan kecewa karena tidak memperoleh apa yang mereka butuhkan. Pelanggan kecewa bisa membuat mereka lari dari kita. Sementara persaingan semakin sempurna.
2. Siapa pelanggan kita. Penting untuk diketahui, kapasitas maksimal kuantitas barang dagangan kita, seberapa banyak buah-buahan yang kita jual dapat terserap pasar.
3. Kapan musim panen raya untuk buah yang kita jual. Semakin banyak buah dapat ditemui, semakin murah harga jual buahnya. Terkait dengan demand dan supply buah.
4. Ketika kita mengambil barang dari supplier, perhatikan jarak dan waktu dari tangan supplier sampai ke tangan kita. Hal ini terkait dengan:
a. Tingkat kematangan buah. Markisa yang si penjual ambil dari supplier akan matang di perjalanan dari Padang-Jakata misalnya. Jadi belilah buah dalam kondisi masih belum matang. Kita harus tau kapan waktu petik kapan waktu masak.
b. Kita pelajari tingkat penyusutan berat buah, masing-masing buah-buahan memiliki tingkat kadar air yang berbeda. Misalkan: Dari 5 ton buah manggis, akan susut minimal 300kg. 5 ton alpukat akan susut minimal 10 persen atau mencapai minimal 500kg.
c. Berbisnis buah berarti harus mengetahui, kira-kira berapa banyak buah yang rusak, buah yang busuk. Buah yang rusak akan memiliki harga jual lebih rendah jika dibandingkan dengan buah yang bagus. HPP keseluruhan buah harus sudah mempertimbangkan buah yang rusak dan busuk tadi, berikut prosentase penyusutan berat buahnya. Diluar biaya pengiriman, dan operasional lain tentunya.

Ketika saya bertanya, lebih enak mana, menjual dalam partai besar atau menjual dalam partai kecil (eceran). Si bapak menjawab dengan mantap.
“Masing-masing ada enak ada nggaknya.
Mudah-mudahan tulisan ini memberi pengetahuan dan wawasan baru dalam berbisnis buah.

Berkunjung ke salah satu butik tas bermerek seperti H****s, membuat ingin menelan ludah. Bagaimana tidak. Ketika diberitahu harga-harganya, bukan bayangin ngeteng tas itu, yang terbayang malah mobil dan rumah. Harga tas setara harga mobil atau rumah siih.

“Ini berbahan dasar bayi croco, terbuat dari 2 bayi croco dengan treatment sangat spesial” . Kata si empunya butik sambil menunjuk ke tas H****s warna hijau. Dalam hati berujar. Aduuuh malang nian nasib bayi crocodile itu.
“Yang warna pink ini harganya Rp. 500juta.” Lanjutnya lagi berpindah ke tas bermerek sama warna pink. “Kalau ini terbuat dari beberapa ekor burung unta. Yang diambil hanya kulit bagian perutnya. Lebih halus” katanya. Kebayang itu burung unta menangis meraung-raung sewaktu dipotong.

“Jadi croco kecilnya sengaja dipiara untuk jadi tas mbak?” Tanya saya.
“Iya, diurus dengan perlakuan khusus, dipakein kelambu, biar tidak digigit nyamuk, jadi kulitnya mulus” kata si ibu. Garuk garuk kepala membayangkan si little croco dipakein kelambu.
“Bagaimana caranya mba” tanya saya yang memang awam di bisnis ini.
“Dipasung” jawab si ibu. Wow wow wow… Tas mahal ini bikin perut saya mual.
Jahat juga ya manusia.

Kalau yang ini, (kata penjualnya sambil menjelaskan deretan tas merek Gucci, Louis Viton, Prada dll sederetan merek tas terkenal) murah, dibawah Rp. 5 juta.

Serasa ada di dunia mana, bukan di Indonesia, namun dari penjelasan si empunya toko, peminat tas H****s malah lebih dominan, padahal dari segi harga bernilai ratusan juta.

“Pelanggan kami exclusive, jadi tidak akan ketahuan, siapa-siapa yang membeli di tempat kami.” Kata si empunya butik.

“Bukannya seharusnya bangga bu, bisa beli tas mahal yang asli? “Kata saya.
“Ow nggak dong mba, kalau mereka bisa beli di butiknya langsung lebih bergengsi, makanya pelanggan kami dirahasiakan. Menyangkut masalah gengsi” jawab yang punya butik.

Oooooooo dalam hati bergumam, karena baru mengenal rimba per tas mahal an. Tas tas mahal ini bisa diperjual belikan. Penurunan harga 20 sd 30 persen tak membuat penggemar tas ini mengkeret kehilangan ratusan juta, anggaplah sebagai social cost yang mereka tanggung untuk menikmati image keglamoran mereka. Biaya sosial untuk berada di kalangan atas.

Mereka bisa cairkan uang kapan saja, sebosan mereka. Seperlu mereka. Bisnis yang unik, tapi toh si empunya butik sudah menjalaninya sejak 11 tahun lalu. Peluang bisa datang kapan dimana dan dari apapun, asal kita jeli memanfaatkannya.